Seorang pria berinisial LMT (43) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di Perumahan Batu Ampar Lestari, Blok D3 RT 61, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, pada Kamis (19/1/2023).
Penemuan jenazah korban bermula ketika warga sekitar mencium bau tidak sedap di lingkungan perumahan. Warga kemudian melapor kepada Ketua RT untuk mencari sumber bau tersebut. Kecurigaan mengarah ke rumah LMT yang penghuninya sudah beberapa hari tidak terlihat.
Setelah memeriksa dari luar rumah, warga melihat melalui ventilasi kamar bahwa ada tubuh yang tergeletak di atas tempat tidur dalam kondisi membengkak.
“Warga sempat bertemu LMT pada Sabtu pagi di depan rumahnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pak Amran karena telah membersihkan area depan rumahnya,” ujar Ketua RT 61, Arif Bandorosigit, Kamis (19/1/2023).
Menurut Arif, LMT adalah mantan karyawan perusahaan batu bara yang kini bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Dia hidup sendiri, dan terakhir saya dengar dia bekerja sebagai ojek online,” tambah Arif.
Saat ditanya tentang keluarga korban, Arif mengatakan tidak mengetahui secara pasti keberadaan keluarga dekatnya di Balikpapan. Namun, ada informasi bahwa LMT memiliki kerabat yang tergabung dalam Persatuan Keluarga Sumatra dan keluarga dari pihak ibu yang tinggal di Bontang.
Diperkirakan LMT telah meninggal selama empat hari, karena terakhir kali terlihat membeli makanan pada Sabtu (14/1/2023). Sejak saat itu, warga tidak lagi melihatnya.
Babinsa Kelurahan Batu Ampar, Nasirin, menambahkan bahwa LMT tinggal seorang diri di rumah tersebut. “Sabtu pagi, almarhum sempat bertemu tetangganya, Pak Amrin dan Pak Herman, untuk membeli makan siang. Setelah itu, dia tidak terlihat lagi,” terang Nasirin.
Warga mulai mencurigai sesuatu setelah mencium aroma tidak sedap sejak Selasa. Namun, asal bau tersebut baru ditemukan pada Rabu. Pada Kamis sore sekitar pukul 18.00 WITA, warga melihat banyak lalat di sekitar rumah korban. Setelah diperiksa, LMT ditemukan tergeletak di atas kasur dalam kondisi membusuk.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Nasirin menyatakan belum mengetahui penyebab pasti kematian LMT dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.







