Bontang – Lembaga Uji Pikiran Rakyat bersama persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang sukses menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) . Kegiatan yang diikuti 28 insan pers berasal dari perwakilan media lokal maupun nasional itu, berlangsung selama dua hari di Badak LNG Learning Center pada selasa dan rabu (20-21/10/26).
Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin menjelaskan, ada total 30 peserta terdaftar untuk mengikuti uji kompetensi wartawan kali ini yang terbagi ke dalam 5 kelas 4 kelas muda dan satu kelas madya.
“Hari pertama diselenggarakan tanggal 20 Oktober kemarin, ada 28 peserta yang hadir. Dan hingga kedua, atau selesainya uji kompetensi wartawan yang dinyatakan kompeten dari jumlah peserta mengikuti seluruh rangkaian ujian ada 19 orang, Yang masih belum berhasil tentu masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitasnya di event-event (UKW) berikutnya,” terangnya.
Perwakilan Lembaga Uji Kompetensi Wartawa Pikiran Rakyat, Wiwit Marhaendra Wijaya, menyebut kelengkapan berkas peserta membantu proses penerbitan sertifikat bagi yang dinyatakan kompeten.
“Alhamdulillah sampai pelaksanaan tidak ada hambatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan peserta dinyatakan belum kompeten apabila nilai pada satu atau dua materi berada di bawah batas minimal 70.
Materi yang kerap menjadi kendala pada level madya dan utama adalah perencanaan investigasi serta pembuatan tajuk rencana.
Peserta yang belum kompeten dapat mengikuti ujian ulang sekitar enam bulan ke depan.
Disamping itu, Ketua PWI Bontang Muhammad Kusnadi mengakui proses UKW terasa berat karena banyak peserta yang menurutnya “merasa tertekan, merasa pusing, dan merasa bingung”.
Ia menilai PWI Bontang perlu lebih sering menggelar diskusi dan coaching kecil di internal organisasi.
“Kita wartawan itu harus kuat mental,” kata Kusnadi.
Ia mengingatkan bahwa UKW penting karena kapasitas wartawan dapat dipertanyakan tanpa kompetensi yang terukur.
“Walaupun kalian sudah 5 tahun berwartawan, tapi sampai tidak ber-UKW pun juga dipertanyakan,” ujarnya.
Menurut Kusnadi, UKW mandiri berbayar sehingga kesempatan yang difasilitasi penuh oleh PT Badak NGL sangat berharga.
“Saya sangat berharap 6 bulan ke depan kawan-kawan bisa ikut lagi jika ada kesempatan ber-UKW,” katanya.
Perwakilan peserta UKW, Rezwan kala menyampaikan kesan, mengaku sempat ragu karena jarang mengikuti rapat redaksi di tempatnya bekerja.
Ia terbantu oleh pra UKW yang diikutinya dua kali dan menyarankan peserta yang belum kompeten mengulang materi dari panitia.
Kemudian, Manajer CSR PT Badak NGL Putra Peni Luhur Wibowo mengucapkan salamat kepada insan pers yang telah mengikuti uji kompetensi dan dinyatakan kompeten dibidangnya.
“Selamat kepada rekan-rekan wartawan yang dinyatakan kompeten. Dan bagi yang belum berkompeten angan berkecil hati. Dengan adanya uji kompetensi ini, rekan-rekan semua bisa kedepan, bisa menjadi lebih profesional lagi sesuai bidangnya, ” tuturnya.
Luhur pun menyebut skema UKW ini mirip seperti sertifikasi kompetensi welder dan scaffolding yang juga sering mendapat dukungan dari perusahaan.
“Ini salah satu CSR kami, di mana salah satu yang dinilai adalah keberlanjutan. Kami berharap wartawan yang dinyatakan kompetensi kali ini dapat bermanfaat dalam pekerjaan maupun jika ingin melanjutkan ke media nasional,” ucapnya.
Acara ditutup dengan penyerahan plakat dari PWI Bontang kepada para pihak yang mendukung terselenggaranya acara, serta foto bersama penguji, perusahaan, dan panitia. *
(Reporter : Rezwan)







