BONTANG – Insiden mengejutkan yang mendera Rumah Sakit (RS) Yabis Bontang terkait dugaan tertukarnya jenazah bayi dengan bantal saat hendak dimakamkan. Hal itu terjadi setelah sebelumnya bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia dan dikembalikan kepada keluarga.
Petugas keamanan RS Yabis, Riski, menyebut pihak rumah sakit menyarankan agar konfirmasi dilakukan kembali melalui bagian hubungan masyarakat (Humas) pada Kamis, esokhari.
Menurutnya, informasi yang diterimanya dari pihak manajemen menyatakan rumah sakit belum dapat memberikan keterangan soal kejadian tersebut.
“Mohon maaf pak, pihak manajemen menyampaikan belum bisa menyampaikan keterangan. Saya di hubungi pihak management,” sebutnya saat ditemui oleh awak media di Rumah sakit, Rabu (28/10/26) malam.
Sikap tertutup pada fase awal krisis semacam ini dinilai rawan memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Terlebih lagi, persoalan ini menyangkut unsur kemanusiaan, sensitivitas emosional keluarga yang berduka, serta standar operasional prosedur (SOP) penanganan jenazah di fasilitas kesehatan tingkat lanjut.
Di sisi lain, kepolisian memastikan perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres, Putu Ari Sanjaya, saat dikonfirmasi menyampaikan, “Masih dalam tahap penyelidikan, nanti kita sampaikan secara resmi melalui Humas Polres.” saat dikonfirmasi terpisah melalui seluler.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses penanganan perkara masih berjalan.
Hingga berita ini diturunkan, kebenaran dugaan tersebut masih perlu dipastikan melalui keterangan keluarga, pihak rumah sakit. Kemudian hasil keterangan resmi kepolisian mengenai kronologi lengkap, pihak-pihak yang terlibat, maupun hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskan dugaan penggantian jenazah dengan bantal tersebut.
Reporter : Rezwan







