Muhammad Sahib Minta Pemkot berikan Solusi Nyata Mengenai Nasib Mahasiswa Trunajaya.

- Penulis

Selasa, 17 Juni 2025 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Sahib Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang.

Muhammad Sahib Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai kejelasan status mahasiswa Trunajaya Bontang yang digelar oleh gabungan Komisi A dan C DPRD Kota Bontang yang dilaksanakan di Lantai 2 Ruang Rapat Sekretariat DPRD Kota Bontang pada Senin 16 Juni lalu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib meminta pemerintah lebih serius dalam menangani kejelasan status mahasiswa Universitas Trunajaya

 

Ia menyebutkan, keberadaan Universitas Trunajaya di Bontang mau tidak mau turut menjadi tanggung jawab Pemkot Bontang.

Baca Juga :  Momentum HPN 2026: Kebangkitan Bontangku Bersama Tim Hebat di Bawah Naungan PT Okin Kreatif Digital

 

“Panjang lebar sudah disampaikan Pak Dasuki dan Inspektorat bahwa ini bukan urusan pemerintah, jangan seperti itu. Yang perlu diperhatikan di sini bagaimana adik mahasiswa mencapai tujuannya, perlu ada kejelasan. Di titik mana pun, sekecil apapun, pasti ada urusannya Pemerintah Bontang di sini,” tegasnya.

 

 

Baca Juga :  Geliat Ekonomi UMKM Mewarnai Kemeriahan Final Voli Putri Karang Taruna Mandiri Loktuan se- Kota Bontang 2026.

Sahib berharap ada solusi yang lebih nyata dari pemerintah ke depannya. Meski mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pemkot Bontang, ia meminta lebih serius menenyelesaikan persoalan ini.

 

“Bapak-bapak harus lebih serius, jangan menyurat. Datang ke sana, kalau bapak datang pasti tahu kejelasannya. Tapi, kalau sekadar menyurat ya sama aja kayak bapak chat saya tapi tidak saya balas,” terangnya.

 

Berita Terkait

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT
Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang
Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri
​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa
Kasus Jenazah Bayi Diduga Ditukar Bantal di RS Yabis Bontang, Publik Desak Investigasi Terbuka Demi Pulihkan Kepercayaan
Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994
Gelar UKW 2 Hari di Badak NGL, 19 Insan Pers Bontang Lulus Uji Kompetensi
​Indikasi Kontraktualisasi Terselubung: Proyek Swakelola Revitalisasi Sekolah di Bontang Diduga Bermasalah
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:55 WIB

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT

Minggu, 1 November 2026 - 00:06 WIB

Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:39 WIB

​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994

Berita Terbaru