Pembangunan Batching Plant di Kelurahan Tanjung Laut Indah Ditolak Warga

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Baching Plant yang berada di Jl. Pelabuhan Kelurahan Tanjung Laut Indah, yang ditolak oleh warga setempat.

Tampak Baching Plant yang berada di Jl. Pelabuhan Kelurahan Tanjung Laut Indah, yang ditolak oleh warga setempat.

BONTANG – Progres pembangunan batching plant di RT 14, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang, menuai aksi penolakan dari warga sekitar. Penolakan tersebut dipicu oleh dampak polusi yang ditimbulkan, serta tidak adanya sosialisasi kepada masyarakat sebelum pembangunan dilakukan.

 

Salah satu warga, Rina, menyebutkan bahwa warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan secara tegas menolak keberadaan batching plant tersebut. Menurutnya, aktivitas operasional nantinya akan melibatkan lalu lintas truk besar dan mobil molen yang intens, sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan warga.

 

Selain itu, proses pembangunan yang sedang berlangsung juga dinilai telah menimbulkan polusi udara dan kebisingan. Debu yang semakin tebal, suara bising, hingga getaran mulai dirasakan warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Desa Batu Batu Adakan Dialog dan Cooling System, Berikan Himbauan Kamtibmas kepada Warga

 

“Walaupun rumah saya tidak tepat berada di lokasi, kami tetap memikirkan dampak lalu lalang truk dan mobil molen. Apalagi warga yang paling dekat dengan lokasi pasti akan merasakan dampak paling besar, baik dari kebisingan maupun debu,” ujar Rina, saat ditemuu awak media, Minggu (31/1/2026).

 

Ia juga menyoroti proses pembangunan yang dinilai dilakukan secara tiba-tiba tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada warga. Bahkan, warga baru mengetahui adanya proyek tersebut sekitar sepekan terakhir.

 

“Awalnya warga tidak tahu material masuk dari mana dan lewat jalur mana. Tiba-tiba alat sudah berdiri di lokasi. Warga sempat mengira perakitan dilakukan di lahan milik pengelola sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Stok Pupuk Bersubsidi Jatim Tembus 213% dari Batas Aman

 

Warga baru menyadari keberadaan proyek batching plant pada 23 Januari 2026 lalu, saat truk-truk mulai sering melintas. Saat itu, mereka mengira kendaraan tersebut hanya mengangkut material koral, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

 

“Karena itu kami merasa dicurangi. Ini wilayah kami, tetapi pembangunan dilakukan tiba-tiba tanpa pemberitahuan yang jelas. Dari situ kami menilai sudah ada pelanggaran,” tegasnya.

 

Rina menambahkan, meski dalam rapat terakhir telah disepakati bahwa aktivitas pembangunan dihentikan sementara, warga tetap menyatakan sikap penolakan terhadap pembangunan batching plant tersebut.

 

“Jika kegiatan ini kembali dilanjutkan, kami akan menyampaikan penolakan yang lebih besar. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan aksi demonstrasi,” pungkasnya.

 

 

Berita Terkait

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT
Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa
Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang
Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri
​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa
Kasus Jenazah Bayi Diduga Ditukar Bantal di RS Yabis Bontang, Publik Desak Investigasi Terbuka Demi Pulihkan Kepercayaan
Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994
Gelar UKW 2 Hari di Badak NGL, 19 Insan Pers Bontang Lulus Uji Kompetensi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:55 WIB

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT

Minggu, 1 November 2026 - 08:52 WIB

Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa

Minggu, 1 November 2026 - 00:06 WIB

Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:39 WIB

​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa

Berita Terbaru