BONTANG – Kabut asap sejak dua hari terahir masih tampak menyelimuti langit Kota Bontang. Kondisi ini membuat udara kurang nyaman sehingga meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat.
Tampak sebagian masyarakat yang sedang melaksanakan aktivitas diluar rumah menggunakan masker demi menjaga keselamatan mereka.
Dengan kualitas udara yang memburuk tersebut sejumlah kalangan pelajar turut merasakan dampaknya. Tak mau mengambil risiko kesehatan terhadap para siswa, Pemkot Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Langkah proaktif ini diambil sebelum kondisi udara benar-benar mencapai titik bahaya. Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa keselamatan peserta didik adalah prioritas utama.
Menurutnya, dampak kualitas udara yang memburuk sudah mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat, termasuk orang dewasa saat beraktivitas di luar ruang.
”Jangankan anak-anak, kita yang dewasa saja tidak nyaman. Makanya saya langsung mengimbau seluruh kepala sekolah untuk melaksanakan PJJ sampai kondisi udara kembali membaik,” kata Safa pada Kamis, (179/2026).
Meski imbauan telah dikeluarkan, beberapa sekolah terpantau masih sempat menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada hari ini.
“Untuk sekolah yang sudah terlanjur menjalankan pembelajaran di sekolah, kami minta segera mempercepat proses kepulangan peserta didik, ” pungkasnya.
Kebijakan penyesuaian mode belajar ini menjadi sinyal tegas bahwa Pemkot Bontang memilih langkah preventif ketimbang responsif. Melalui PJJ, proses pendidikan dipastikan tetap berlanjut secara fleksibel tanpa harus mengorbankan kesehatan anak-anak di tengah krisis kualitas udara.







