​Jeritan Pedagang dan Pembeli di Pasar Tanjung Limau: Belum Hari Besar, Harga Bahan Pokok Sudah Meroket

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Pedagang dan Pembeli melakukan transaksi penjualan bahan poko di Pasar Tanjung Limau Kota Bontang, Kamis (24/9/26). Photo by : Rezwan

Tampak Pedagang dan Pembeli melakukan transaksi penjualan bahan poko di Pasar Tanjung Limau Kota Bontang, Kamis (24/9/26). Photo by : Rezwan

Kebutuhan bahan pokok masyarakat kembali mengalami kenaikan. Situasi makin pelit lantaran pedagang berada di posisi yang serba salah. Di satu sisi, pedagang harus menyesuaikan harga jual akibat tingginya modal dari pemasok.

Di sisi lain, harga bahan pokok yang fluktuatif dan bergantung penuh pada ketersediaan barang membuat pedagang tak mampu memprediksi kestabilan modal dagangan mereka.

Kenaikan harga paling tinggi pada perdagangan pasar hari ini dipimpin oleh komoditas cabai rawit merah. Pedagang di Pasar Tanjung Limau menyebutkan kenaikan harga bahan pokok melonjak drastis ketika pasokan berkurang.

Sasa, salah satu pedagang di Pasar Tanjung Limau, mengungkapkan ketakutannya terhadap pola kenaikan harga tahunan yang hampir pasti terjadi menjelang hari besar. Menurutnya, keterbatasan pasokan dari pemasok saat ini sudah membuat harga-harga meroket, padahal belum memasuki masa puncak permintaan masyarakat.

​“Pastinya kalau di hari besar langsung naik, itu sudah rutinitas tiap tahun. Ini saja yang bukan hari besar apa-apa naik, ditambah pasokannya kurang,” kata Sasa saat ditemui di lapaknya, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga :  Pemkot Bontang Apresiasi Kodim 0908/Bontang Jadikan Olahraga Sarana Pererat Silaturahmi Warga

Sasa juga menyebutkan beberapa harga harian komoditas seperti kacang panjang, sawi sekitar hingga cabai harganya mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Tak hanya itu, bahan pokok lainnya yang naik juga meliputi buncis, sayur pare, hingga lombok keriting.

“Untuk kacang panjang Rp24 ribu perikat, sawi juga diharga Rp23 ribu per ikat, makanya kalau saya ambil dari pemasok itu saya ecer lagi satu ikat jadi bagi dua. Sementara cabai kampung yang biasanya Rp85 ribu per kilogram paling murah, saat ini sudah Rp120 ribu per kilogram,” tuturnya.

Menurut Sasa, kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi pedagang maupun masyarakat. Sebab, ketika di hari biasa saja sejumlah harga komoditas sudah mengalami kenaikan, dikhawatirkan lonjakan akan semakin terasa saat memasuki hari besar.

Baca Juga :  Cetak Generasi Unggul Mitra IKN, Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar Beasiswa PKTPP 2026

“Akhir-akhir ini bahan pokok memang sulit dipastikan juga mas, karena kami bergantung pada kondisi pasokan. Ya, Harganya sendiri bisa berubah sewaktu-waktu. Tergantung ketersediaan barang dari pemasok,” imbuhnya.

Sementara, Ida, salah satu pembeli di Pasar Tanjung Limau berharap harga bahan pokok kembali stabil sehingga ketersediaan dapurnya dirumah.

“Duh, pusing banget, mas! Tiap hari ke pasar ada aja yang naik. Ini sayursayur juga naik , sekarang ganti harganya makin tinggi lagi. Duit belanja segitu-gitu aja, tapi dapet barangnya makin sedikit,” katanya kepada pewarta saat ditemuin selepas berbelanja di area pasar.

“​Kalau terus-terusan begini, bisa-bisa dapur enggak ngebul, mas. Sekarang yah, kita harus pinter-pinter muter otak biar cukup buat makan sekeluarga,” tutupnya.

 

(Reporter : Rezwan) 

Berita Terkait

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT
Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa
Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang
Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri
​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa
Kasus Jenazah Bayi Diduga Ditukar Bantal di RS Yabis Bontang, Publik Desak Investigasi Terbuka Demi Pulihkan Kepercayaan
Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994
Gelar UKW 2 Hari di Badak NGL, 19 Insan Pers Bontang Lulus Uji Kompetensi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:55 WIB

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT

Minggu, 1 November 2026 - 08:52 WIB

Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa

Minggu, 1 November 2026 - 00:06 WIB

Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:39 WIB

​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa

Berita Terbaru