Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994

- Penulis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi protes sebelumnya pemilik lahan kepada PT Indominco Mandiri. (Foto : lenterakata.id)

Aksi protes sebelumnya pemilik lahan kepada PT Indominco Mandiri. (Foto : lenterakata.id)

Sejumlah ahli waris lahan mengancam akan melakukan aksi pendudukan lahan dan penutupan jalur hauling mulai Kamis mendatang.

Pada aksi tersebut, ratusan warga bakal kembali menyuarakan tuntutan mereka terhadap PT Indominco Mandiri terkait konsesi lahan dan layanan wilayah yang telah dikuasai perusahaan selama 32 tahun.

Aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga atas sengketa lahan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa kejelasan.

Kuasa ahli waris, Akbar Yusuf menjelaskan, lahan tersebut awalnya hanya berstatus pinjam pakai sejak tahun 1994 untuk memperlancar operasional perusahaan. Namun, pihak warga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah ada proses jual beli yang sah antara masyarakat dan pihak perusahaan.

Ia menyoroti adanya perpanjangan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) oleh perusahaan pada tahun 2015 yang dinilai janggal. Menurutnya, proses perpanjangan tersebut seharusnya melibatkan saksi batas dari pemilik lahan di sepanjang jalur hauling, namun hal itu diklaim tidak pernah dilakukan.

Baca Juga :  HIPPEKAB Mediasi Dugaan Jukir Liar di Lapangan Kampung Baru, Sepakati Parkir Gratis

“Kami tidak pernah melihat bukti jual beli dari pihak perusahaan. Data pendukung dari desa justru memperkuat bahwa statusnya hanya pinjam pakai dengan luasan tertentu sesuai pemilik masing-masing,” ujar Akbar kepada awak media, selasa (27/10/26).

Akbar juga menyebutkan, penyelesaian secara kekeluargaan sebenarnya telah diupayakan sejak tahun 2012. Berbagai pertemuan pun telah dilakukan mulai dari Desa, Kecamatan, hingga mediasi di DPRD Provinsi. Meski pemerintah setempat telah berupaya membantu, pihak ahli waris merasa pihak manajemen perusahaan sering kali mengingkari kesepakatan dan tidak memberikan respon positif secara tertulis.

“Kerugian yang ditanggung ahli waris sudah sangat besar, baik secara material maupun operasional. Artinya, selama proses pengurusan ini memakan waktu bertahun-tahun hingga ada ahli waris yang meninggal dunia,” tuturnya.

Baca Juga :  Muhammad Sahib Minta Pemkot berikan Solusi Nyata Mengenai Nasib Mahasiswa Trunajaya.

Kemudian sebagai bentuk protes, ia bersama warga berencana menduduki lahan yang selama ini digunakan sebagai jalur distribusi batubara tersebut. Penutupan jalur hauling ini direncanakan akan berlangsung hingga ada kejelasan atau negosiasi yang adil dari manajemen pusat PT Indominco Mandiri.

“Kami bakal desak manajemen pusat turun tangan langsung. Jangan sampai perusahaan seenaknya mengambil hak masyarakat tanpa mempertimbangkan kerugian yang kami tanggung selama puluhan tahun ini,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih konsisten dengan rencana aksi penutupan jalan tersebut sampai tuntutan mereka terpenuhi.

 

Reporter : Rezwan

Berita Terkait

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT
Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa
Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang
Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri
​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa
Kasus Jenazah Bayi Diduga Ditukar Bantal di RS Yabis Bontang, Publik Desak Investigasi Terbuka Demi Pulihkan Kepercayaan
Gelar UKW 2 Hari di Badak NGL, 19 Insan Pers Bontang Lulus Uji Kompetensi
​Indikasi Kontraktualisasi Terselubung: Proyek Swakelola Revitalisasi Sekolah di Bontang Diduga Bermasalah
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:55 WIB

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT

Minggu, 1 November 2026 - 08:52 WIB

Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa

Minggu, 1 November 2026 - 00:06 WIB

Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:39 WIB

​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa

Berita Terbaru