Anggota DPRD Bontang, Yaser Arafat Minta Revisi Perwali Rumah Kumuh

- Penulis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Bontang, Yasser Arafat saat Memberikan Tanggapan di Musrembang RPJMD Bontang, Senin (19/5) malam.

Anggota DPRD Kota Bontang, Yasser Arafat saat Memberikan Tanggapan di Musrembang RPJMD Bontang, Senin (19/5) malam.

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Yaser Arafat menilai masih ada warga Bontang yang terpuruk ekonomi dan memang dianggap rumahnya kumuh yang butuh perhatian dan bisa mendapat bantuan.

“Semoga ini bisa ditindak lanjuti bunda. Supaya ada solusinya buat warga,”harapnya.

Politisi muda Golkar ini juga mengusulkan adanya revisi peraturan walikota (Perwali) terkait rumah kumuh atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pasalnya, ia masih menemukan banyak pemilik rumah kumuh mengantongi legalitas baik bangunan maupun tanahnya. Hal ini membuat mereka tidak dapat tersentuh bantuan. Meski, secara ekonomi dan infrastruktur rumahnya masuk kategori sangat kumuh.

“Mudahan bisa dikaji lagi terkait hal ini bunda. Agar target zero wilayah kumuh dapat dicapai dan perwalinya bisa ditambahkan bunda, terkait masalah rumah kumuh ini,” ujar Yaser dalam Musrenbang RPJMD, pada Senin (19/5).

Baca Juga :  Pupuk Kaltim Cetak Tenaga Ahli Bersertifikat, Siapkan SDM Lokal Sambut Gelombang Investasi di Kaltim

Kemudian, Walikota Bontang Neni Moernaini mengatakan, akan merevisi Perwali terkait besaran bantuan tersebut yang sebelumnya hanya Rp25 juta per rumah.

“Beberapa waktu lalu saya sudah bahas permasalahan kekumuhan di Bontang bersama Gubernur Kaltim, insyaallah Pemprov akan mendukung,”ungkapnya.

Sebelumnya, dalam Musrembang RKPD Bontang 2025 pada 14 April lalu. Pemkot Bontang telah menargetkan pengentasan wilayah kumuh melalui program renovasi 150 RTLH. Renovasi ini sejalan dengan program Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menuju zero wilayah kumuh.

Saat itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut, dari total 72 hektare wilayah kumuh yang sebelumnya terdata di Kota Bontang, kini hanya tersisa 18 hektare.

Baca Juga :  Kelurahan Satimpo Dorong Peran Aktif Orang Tua Preventif Stunting Melalui Inovasi SATU ASA

Kawasan tersebut tercatat masih dihuni sekitar 150 RTLH. Oleh karena itu, Pemkot berkomitmen melanjutkan penanganan wilayah kumuh.

“18 hektar itu tersebar di 3 wilayah, Tanjung Laut, Gunung Elai ada 3 setau saya. Kalau 150 rumah kumuh kita bisa tuntaskan,Dengan alokasi Rp50 juta per unit, total dana yang diperlukan untuk merenovasi 150 RTLH diperkirakan mencapai Rp7,5 miliar. Insyaallah kita bisa zero,” ujarnya optimistis.

Kemudian Rencana renovasi rumah akan difokuskan pada perbaikan Atap, Lantai, dan Dinding (Aladin), dengan alokasi anggaran sebesar Rp50 juta per rumah.

 

Penulis: AA

Berita Terkait

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT
Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang
Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri
​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa
Kasus Jenazah Bayi Diduga Ditukar Bantal di RS Yabis Bontang, Publik Desak Investigasi Terbuka Demi Pulihkan Kepercayaan
Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994
Gelar UKW 2 Hari di Badak NGL, 19 Insan Pers Bontang Lulus Uji Kompetensi
​Indikasi Kontraktualisasi Terselubung: Proyek Swakelola Revitalisasi Sekolah di Bontang Diduga Bermasalah
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:55 WIB

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT

Minggu, 1 November 2026 - 00:06 WIB

Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:39 WIB

​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994

Berita Terbaru