Dampak Kabut Asap, Pemkot Bontang Minta Sekolah Pulangkan Siswa Lebih Awal

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap tampak menyelimuti langit Kota Bontang membuat kualitas udara semakin tidak nyaman. (17/9/2026). Photo by :Rezwan

Kabut asap tampak menyelimuti langit Kota Bontang membuat kualitas udara semakin tidak nyaman. (17/9/2026). Photo by :Rezwan

BONTANG – Kabut asap sejak dua hari terahir masih tampak menyelimuti langit Kota Bontang. Kondisi ini membuat udara kurang nyaman sehingga meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat.

Tampak sebagian masyarakat yang sedang melaksanakan aktivitas diluar rumah menggunakan masker demi menjaga keselamatan mereka.

Dengan kualitas udara yang memburuk tersebut sejumlah kalangan pelajar turut merasakan dampaknya. Tak mau mengambil risiko kesehatan terhadap para siswa, Pemkot Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca Juga :  Perkuat Sinergi dengan BUMN, Badak LNG dan Biro Klasifikasi Indonesia Tandatangani Head of Agreement

​Langkah proaktif ini diambil sebelum kondisi udara benar-benar mencapai titik bahaya. Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa keselamatan peserta didik adalah prioritas utama.

Menurutnya, dampak kualitas udara yang memburuk sudah mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat, termasuk orang dewasa saat beraktivitas di luar ruang.

​”Jangankan anak-anak, kita yang dewasa saja tidak nyaman. Makanya saya langsung mengimbau seluruh kepala sekolah untuk melaksanakan PJJ sampai kondisi udara kembali membaik,” kata Safa pada Kamis, (179/2026).

Baca Juga :  Bantuan Tunai Rp 300 Ribu per Bulan akan disalurkan ke 1.380 Warga Rentan Miskin di Bontang.

​Meski imbauan telah dikeluarkan, beberapa sekolah terpantau masih sempat menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada hari ini.

“Untuk sekolah yang sudah terlanjur menjalankan pembelajaran di sekolah, kami minta segera mempercepat proses kepulangan peserta didik, ” pungkasnya.

​Kebijakan penyesuaian mode belajar ini menjadi sinyal tegas bahwa Pemkot Bontang memilih langkah preventif ketimbang responsif. Melalui PJJ, proses pendidikan dipastikan tetap berlanjut secara fleksibel tanpa harus mengorbankan kesehatan anak-anak di tengah krisis kualitas udara.

 

 

 

 

Berita Terkait

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT
Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa
Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang
Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri
​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa
Kasus Jenazah Bayi Diduga Ditukar Bantal di RS Yabis Bontang, Publik Desak Investigasi Terbuka Demi Pulihkan Kepercayaan
Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994
Gelar UKW 2 Hari di Badak NGL, 19 Insan Pers Bontang Lulus Uji Kompetensi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:55 WIB

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT

Minggu, 1 November 2026 - 08:52 WIB

Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa

Minggu, 1 November 2026 - 00:06 WIB

Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:39 WIB

​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa

Berita Terbaru