BONTANG – Olahraga tidak lagi sekadar urusan meraih medali di atas lapangan, melainkan telah bertransformasi menjadi pendorong utama kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus penggerak roda ekonomi daerah. Semangat inilah yang diusung dalam gelaran Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Pupuk Kaltim Open 2026 yang berlangsung di GOR Pupuk Kaltim, Bontang.
Langkah konsisten PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berkolaborasi dengan PBSI selama dua tahun terakhir bukan sekadar menyajikan ajang unjuk gigi bagi 673 atlet muda dari 89 klub dan 15 provinsi. Lebih dari itu, ajang ini dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan sportif.
Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim, Mohamad Agung, menegaskan bahwa perusahaan memandang pengembangan kapasitas generasi muda sebagai investasi terbaik bagi masa depan bangsa.
“Sirnas didorong menjadi ruang pembelajaran bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta menanamkan nilai sportivitas dan disiplin. Kami percaya dari sini akan lahir bibit potensial yang kelak mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia,” ujar Agung.
Menghidupkan Potensi Sport Tourism Kaltim
Dampak positif dari konsistensi Pupuk Kaltim turut dirasakan secara meluas di tingkat provinsi. Sejak mempelopori penyelenggaraan Sirnas C pertama di Kalimantan Timur pada tahun 2025, langkah Pupuk Kaltim menjadi pemicu pesatnya perkembangan kalender bulutangkis nasional di “Bumi Etam”.
Pada tahun 2026, jumlah seri Sirnas di Kaltim melesat menjadi lima seri (empat Sirnas C dan satu Sirnas B). Sekretaris Umum Pengprov PBSI Kaltim, Risa Fahrizal, menilai tren positif ini sangat sejalan dengan visi daerah dalam mengembangkan konsep sporttourism.
“Semakin banyak turnamen nasional digelar di Kaltim, semakin sering masyarakat luar Kalimantan berkunjung dan mengenal daerah kita. Ini memberi nilai tambah nyata, tidak hanya bagi pembinaan atlet, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan promosi daerah,” jelas Risa.
Selaras dengan Visi Kota Bontang
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Bontang. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bontang sebagai tuan rumah kejuaraan berskala nasional selaras dengan arah pembangunan kota menuju industri dan jasa yang maju, sejahtera, serta berkelanjutan.
“Pemkot Bontang memandang olahraga sebagai investasi pembangunan manusia. Setiap atlet hebat selalu memulai perjalanannya dari sebuah kesempatan, dan hari ini kesempatan itu dimulai dari Bontang,” tutur Agus Haris.
Melalui sinergi antara korporasi, induk organisasi olahraga, dan pemerintah daerah, Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 membuktikan bahwa panggung olahraga mampu menjadi fondasi kuat dalam mencetak SDM berdaya saing global sekaligus menggerakkan perekonomian daerah secara berkesinambungan. *(Ra/Adv)







