BONTANG – Kementerian Koordinator Bidang Pangan memberikan perhatian khusus terhadap keandalan infrastruktur kepelabuhanan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Peninjauan langsung dilakukan guna memastikan kesiapan simpul logistik pupuk dan komoditas strategis nasional melalui penerataan konsep Green and Smart Port (GSP).
Peninjauan ini mengacu pada mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 147 Tahun 2024 yang menugaskan Kemenko Pangan untuk menyinkronkan rantai pasok pangan. Dalam skema ini, keberadaan pelabuhan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan menjadi pilar penting keberhasilan ketahanan pangan nasional.
Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri Kemenko Pangan, Ridky Irfan Wirautama, mengapresiasi keandalan tata kelola pelabuhan Pupuk Kaltim yang memadukan efisiensi operasional dengan prinsip keberlanjutan.
”Pelabuhan merupakan simpul logistik yang sangat strategis. Pengelolaannya tidak boleh hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga aspek lingkungan, keselamatan, dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung efisiensi serta transparansi rantai pasok pangan,” tegas Ridky.
Transformasi Digital dan Penerapan Prinsip ASRI
Sebagai tanggapan, Pupuk Kaltim terus mengakselerasi pemanfaatan teknologi dan pengelolaan lingkungan pelabuhan berbasis prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penanganan lingkungan terintegrasi.
Pilar Transformasi Pelabuhan Bentuk Implementasi di Pupuk Kaltim :
- Digitalisasi (Smart Port)Pemantauan operasional secara cepat, akurat, dan transparan melalui sistem terintegrasi.
- Kelestarian (Green Port)Pengelolaan limbah dan sampah pelabuhan untuk menekan dampak terhadap ekosistem laut.
- Tata Kelola & K3Penguatan manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja bagi seluruh staf operasional.
Komitmen Menjadi Percontohan Pelabuhan Nasional
SVP SBU JPP Pupuk Kaltim, Deplian Maherdianta, menegaskan bahwa penerapan pelabuhan cerdas dan hijau ini bukan sekadar mengejar pemeringkatan, melainkan langkah berkelanjutan untuk membangun daya saing nasional.
”Kami menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan secara terus-menerus. Komitmen kami adalah menjadikan pelabuhan Pupuk Kaltim unggul, modern, dan berdaya saing, sekaligus menjadi percontohan implementasi Green and Smart Port di Indonesia,” ujar Deplian.[Ra/Adv]







