Soal Krisis Lahan Makam di Bontang, Sahib Desak Bebaskan Lahan Tiap Kecamatan.

- Penulis

Kamis, 19 Juni 2025 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Sahib, Wakil Ketua Komisi C DPRD kota Bontang.

Muhammad Sahib, Wakil Ketua Komisi C DPRD kota Bontang.

Krisis lahan makam di Kota Bontang mulai menjadi kekhawatiran. Fakta lapangan menunjukkan, lahan pemakaman tak bertambah dan kian terisi penuh. Publik pun berharap, segera ada solusi kongkret atas hal ini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib menilai harus segera ada penambahan lahan.

“Ini bukan lagi wacana, ini kebutuhan mendesak. Setiap kecamatan wajib punya lahan pemakaman sendiri. Kami sudah empat kali membahas ini dengan Dinas Perkim, tapi belum ada realisasi,” ujarnya kepada awak media pada Rabu (18/6).

Politisi NasDem itu menekankan pembebasan lahan harus dilakukan di semua kecamatan. Ia mengaku kurang setuju dengan solusi yang tengah disiapkan pemerintah saat ini dengan menyiapkan lahan pemakaman seluas 4 hektare di wilayah Sekambing. Menurutnya, lokasi tersebut terlalu jauh dan sulit dijangkau masyarakat.

Baca Juga :  Lewat Aplikasi iPortlog, Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Green and Smart Port - Asri 2026

“Kita tahu kebiasaan masyarakat Bontang saat mengantar jenazah itu selalu beramai-ramai. Kalau aksesnya jauh dan rusak, bisa membahayakan rombongan,” ujarnya.

Kata dia, pemerintah tidak bisa terus menunda dengan dalih perencanaan jangka panjang tanpa menyentuh solusi cepat. Jika hanya sebatas rencana, masyarakat bisa makin hilang kepercayaan.

Sahib mendesak agar pembebasan lahan pemakaman dimasukkan dalam program prioritas APBD Perubahan atau perencanaan 2026, mengingat urgensinya yang tidak bisa ditunda.

Baca Juga :  Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994

“Dari zaman dulu sampai sekarang, masalahnya itu-itu saja. Seperti pemakaman di Loktuan itu sudah penuh. Kita tidak boleh menunggu sampai masyarakat bingung mau menguburkan jenazah di mana,” tegasnya.

Ditanya terkait lokasi lahan tiap kecamatan yang direncanakan untuk dibebaskan. Sahib menjawab diplomatis. Kata dia, Komisi C mendorong adanya keterlibatan aktif camat dan lurah untuk mengidentifikasi lahan potensial di wilayah masing-masing, agar proses pembebasan bisa segera dilakukan.

Berita Terkait

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT
Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang
Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri
​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa
Kasus Jenazah Bayi Diduga Ditukar Bantal di RS Yabis Bontang, Publik Desak Investigasi Terbuka Demi Pulihkan Kepercayaan
Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994
Gelar UKW 2 Hari di Badak NGL, 19 Insan Pers Bontang Lulus Uji Kompetensi
​Indikasi Kontraktualisasi Terselubung: Proyek Swakelola Revitalisasi Sekolah di Bontang Diduga Bermasalah
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:55 WIB

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT

Minggu, 1 November 2026 - 00:06 WIB

Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:39 WIB

​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994

Berita Terbaru