Atlet Bontang terancam tidak bisa mengikuti kegiatan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) di tahun 2026. Pasalnya, anggaran hibah yang sudah dianggarkan oleh DPRD bersama Pemkot Bontang sebesar 5 Miliar untuk pembinaan atlet tidak bisa dicairkan. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD kota Bontang pada, Senin (23/6/25) Malam, di Pendopo Rujab Walikota Bontang pasca Rapat Paripurna DPRD ke-9 Masa Sidang III.
Bang Faiz, sapaan akrabnya menyebutkan Pemerintah (dalam hal ini Dispoparekraf Bontang) tidak mengerti alur dari proses hibah untuk pembinaan atlit melalui organisasi Koni Bontang. Perkara administrasi berupa SK tim verifikasi luput dibuat oleh Dispora Bontang.
“Jadi kami sudah menganggarkan ditahun 2024. Namun Pemerintah (Pihak Dispoparekraf) tidak mengerti mengenai proses ini, jadi beban permasalahan mengenai pembinaan serta dana-dana keolahragaan dibebankan kepada kami (DPRD), perkara sk tim verifikasi dampaknya begitu luas,”sebutnya.
Ia sangat menyayangkan ketika perihal dana hibah itu tidak bisa dicairkan cepat pada tahun ini. Sehingga para atlet Bontang berpotensi tidak bisa berpartisipasi dalam ajang bergengsi Porprov.
“Bila dana tidak bisa dicairkan, Koni Bontang tidak bisa melaksanakan pra Porprov ditahun ini, karna sebagai syarat para atlet untuk mengikuti Porprov ditahun depan. Apa jadinya ketika para atlit kebanggan Kota Bontang tidak bisa tampil di Porprov, akan malu kita sebagai pemerintah Bontang,”ungkapnya dengan nada cukup tinggi.
“Jangan sampai masyarakat berpikiran bahwa pemerintah hari ini disalahkan karna perkara tersebut, dan juga DPRD nanti dianggap menghalang-halangi dan tidak menganggarkan untuk ini,”tambahnya.
Lebih lanjut ia berharap ada solusi dan tindak lanjut oleh Pemkot Bontang atas persoalan tersebut.
“Saya minta Pemkot Bontang untuk tindak lanjut dan segera mencarikan solusinya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada,”tutupnya.







