Duka Nelayan Bontang Kuala: Terkendala Cuaca Badai, Perjuangan Tim Gabungan Pencarian Korban Berakhir di Sangatta. 

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD Bontang, AL, dan Basarnas saat melakukan pencariankorban. (Photo by : Ist)

Tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD Bontang, AL, dan Basarnas saat melakukan pencariankorban. (Photo by : Ist)

BONTANG – Perjuangan tim SAR gabungan melintasi gelombang dan cuaca ekstrem demi menemukan seorang nelayan asal RT 20 Bontang Kuala akhirnya usai. Setelah lima hari pencarian tanpa kenal lelah, korban yang dilaporkan hilang sejak Kamis (14/8/2026) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Teluk Prancis, Sangatta, Selasa (18/8/2026).

​Pencarian yang melibatkan personel lintas instansi ini menyisakan cerita ketangguhan para petugas di lapangan. Tim yang terdiri dari unsur BPBD Bontang, AL, dan Basarnas harus berpacu dengan waktu sekaligus menghadapi ganasnya cuaca di laut lepas.

​Faktor cuaca yang kerap berubah menjadi ancaman utama yang menghambat pergerakan armada pencari dari titik awal objek menuju area perairan Kandolo dan sekitarnya.

Baca Juga :  Berduka Atas Jatuhnya Korban Banjir, PPHMB Minta Pemerintah Serius Tangani Banjir Berulang di Kota Bontang

​Kronologi & Dinamika Operasi Pencarian

  • ​Kamis (14/8/2026): Pihak keluarga resmi melaporkan hilangnya korban saat melaut melintasi perairan Bontang. Tim BPBD langsung bergerak merespons laporan awal.
  • ​Jumat–Senin (15–17/8/2026): Penyisiran masif dilakukan dari titik awal ditemukannya objek kapal/barang korban menyisir ke area Kandolo. Cuaca buruk beberapa kali memaksa tim menyesuaikan pergerakan.
  • ​Selasa Siang (18/8/2026): Penyisiran di Teluk Lombok dan Sangatta sempat melaporkan hasil nihil. Sebanyak 8 personel gabungan (1 BPBD, 2 AL, dan 5 Basarnas) terus bertahan di tengah laut.
  • ​Selasa Penutup: Informasi penemuan jasad korban akhirnya diterima dari perairan Teluk Prancis, Sangatta.
Baca Juga :  Resmi Pimpin BPC Bepro Bontang, Frimus : Bepro Wadah Pengembangan Potensi Pemuda.

​Kepala BPBD Bontang Usman, melalui Kabid BPBD Ismail, mengonfirmasi bahwa penemuan di titik Sangatta tersebut menandai berakhimya fase pencarian di laut. Usai ditemukannya korban di perairan tetangga tersebut, fokus tim langsung beralih pada proses evakuasi darat.

“Jasad korban sedang dievakuasi menuju Pelabuhan Tanjung Laut untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan penuh kepada pihak keluarga di Bontang Kuala,” Pungkasnya. (*)

Berita Terkait

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT
Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa
Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang
Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri
​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa
Kasus Jenazah Bayi Diduga Ditukar Bantal di RS Yabis Bontang, Publik Desak Investigasi Terbuka Demi Pulihkan Kepercayaan
Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994
Gelar UKW 2 Hari di Badak NGL, 19 Insan Pers Bontang Lulus Uji Kompetensi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:55 WIB

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT

Minggu, 1 November 2026 - 08:52 WIB

Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa

Minggu, 1 November 2026 - 00:06 WIB

Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:39 WIB

​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa

Berita Terbaru