BONTANG — Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, sepakat menutup dapur makan bergizi gratis (MBG) yang bermasalah.
Andi Faiz, sapaannya, menerangkan bahwa program MBG ini sangat prioritas dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Jangan sampai, kata dia, niat baik Presiden justru tercoreng dengan adanya dapur MBG yang tidak sesuai standar.
“Saya sepakat ditutup. Ini adalah program prioritas Presiden, yang tujuannya sangat mulia,” ucapnya, Selasa 18 Agustus 2026.
Andi Faiz menandaskan, dirinya juga sangat khawatir terhadap persoalan yang kini ramai di Kota Bontang, dugaan keracunan MBG.
Dia mengaku bahwa tidak ada sama sekali niat pemerintah mencelakai warganya.
“Yang harus kita yakini adalah tidak ada sama sekali sedikit pun niat dari pemerintah untuk mencelakai rakyatnya,” tuturnya.
Bahkan, dalam beberapa waktu ini, kata Andi Faiz, pihaknya di dewan sudah melakukan pengawasan dan memonitor sesuai dengan tugasnya.
“Kami sudah mengawasi. Dan tidak mungkin kami bisa mengawasi setiap hari mulai dari menyiapkan sampai mendistribusikan ke sekolah-sekolah. Karena sudah ada kepala SPPG yang mengatur,” terangnya.
Tanggapan Warga
Diketahui belakangan ini puluhan anak-anak Bontang diduga keracunan usai menyantap sajian MBG.
Peristiwa terjadi pada 56 siswa SD dan SMP Vidatra Kota Bontang. Kejadian ini pun ramai disoroti warga.
Sejumlah pemuda Bontang turut memberikan respons dan kritik tajam kepada pemerintah dan wakil rakyat.
Jangan sampai, dengan mengatasnamakan program prioritas Presiden, justru anak-anak di daerah menjadi korban.
Justru karena ini program prioritas, maka harus benar-benar dikerjakan dengan serius. Jangan sampai anak-anak kita, keluarga kita, menjadi korban,” ucap pemuda Bontang, Muhammad Arisaldi Ahdar, menanggapi pernyataan Ketua DPRD Bontang.
Keterangan Dinkes Bontang
Sampel makanannya sudah diuji oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang. Terungkap bahwa penyebab 56 siswa SD dan SMP Vidatra keracunan akibat bakteri patogen yang terkandung di makanan.
Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, membeberkan ada 4 sampel menu sudah diperiksa.
Keempat menu tersebut antara lain nasi uduk, ayam suwir kemangi, tahu goreng, serta tumis wortel dan kates.
“Hasil pemeriksaan mikrobiologi, dari empat sajian itu, ayam suwir kemangi positif terdapat bakteri patogen,” kata Toetoek melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bontang, Sudirman, menukil klikkaltim, Selasa 18 Agustus 2026.
Dari hasil pemeriksaan, Dinkes menelusuri kemungkinan sumber kontaminasi bakteri pada makanan yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5. [Agu/Katakaltim.co]







