Ditolak Oleh Warga Setempat, Perusahaan Proseskan Pembongkaran Batching Plant di Tanjung Laut Indah

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Batching Plant, bersama jajaran kelurahan dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang. Selasa (2/2/26) pagi. (Photo by : Dwi)

Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Batching Plant, bersama jajaran kelurahan dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang. Selasa (2/2/26) pagi. (Photo by : Dwi)

BONTANG – Pembangunan instalasi batching plant di Kelurahan Tanjung Laut Indah yang baru berdiri di RT.14 mendapat penolakan keras dari warga setempat.

Menyikapi hal tersebut, pihak perusahaan PT Tahta Indonesia Muda berencana membongkar instalasi batching plant tersebut pada Senin (2/2/2026) pagi.

Rencana pembongkaran itu disampaikan langsung oleh Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi bersama jajaran kelurahan dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang.

Ardiansyah menjelaskan bahwa lokasi berdirinya batching plant berada di kawasan permukiman serta wilayah perdagangan dan jasa, sehingga tidak sesuai dengan peruntukannya. Oleh karena itu, pihak perusahaan berkomitmen untuk membongkar dan memindahkan instalasi tersebut.

Baca Juga :  Heppup dan Gembira Diduga Lakukan Praktik Ilegal, Wakil Ketua DPRD Bontang: Pemerintah Perlu Tindak Tegas!

“Batching plant ini akan segera diangkut dan dipindahkan dalam waktu dekat. Saya sudah menghubungi pihak perusahaan, dan informasinya pagi ini akan mulai dikerjakan,” ujarnya.

Kabar tersebut disambut hangat oleh warga sekitar. Pasalnya, jika pembangunan terus berlanjut, warga khawatir akan muncul berbagai dampak negatif, seperti kebisingan, debu tebal, hingga terganggunya kenyamanan lingkungan.

Baca Juga :  Semangat Gotong Royong Warga Loktuan, Raih Juara 3 di Lomba Flashmob Pupuk Kaltim Cup 2026

Salah satu warga, Hasriani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Terima kasih banyak atas bantuannya. Batching plant tidak jadi dibangun. Saya mewakili masyarakat di sini, terutama yang paling terdampak, sangat bersyukur karena anak-anak kami bisa menghirup udara segar kembali,” ucapnya.

Selain berpotensi menimbulkan kebisingan dan debu, aktivitas tersebut juga dinilai berisiko merusak jalan di sekitar permukiman.

Warga juga menyoroti tidak adanya sosialisasi dari pihak perusahaan sebelum pembangunan dilakukan.

 

Berita Terkait

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT
Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa
Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang
Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri
​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa
Kasus Jenazah Bayi Diduga Ditukar Bantal di RS Yabis Bontang, Publik Desak Investigasi Terbuka Demi Pulihkan Kepercayaan
Ratusan Warga Ancam Tutup Jalur Hauling PT Indominco Mandiri, Tuntut Ganti Rugi Lahan Sejak 1994
Gelar UKW 2 Hari di Badak NGL, 19 Insan Pers Bontang Lulus Uji Kompetensi
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:55 WIB

​Sambut Penilaian Adipura 2026, Kelurahan Satimpo Gelar Korvei Serentak di Seluruh RT

Minggu, 1 November 2026 - 08:52 WIB

Lewat PKT BERSERI, Upaya PT Pupuk Kaltim Mendorong Kemandirian Petani dan Agrowisata di Bulutana Gowa

Minggu, 1 November 2026 - 00:06 WIB

Usai Pimpin Aksi Sengketa Lahan di PT Indominco, Koordinator Pendemo Dipanggil Polres Bontang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Puluhan Tahun Tak Ada Kejelasan, Warga Gelar Aksi Tuntut Ganti Rugi dan Transparansi SHGB ke PT Indominco Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:39 WIB

​Isu Bayi Tertukar dengan Bantal di RS Yabis Bontang, Pembuat Konten Minta Maaf dan Mengaku Hanya Rekayasa

Berita Terbaru