BONTANG – Pengusaha muda Bontang yang menjadi owner dari O&W Caffe dan direktur CV Saro Jaya, Imam Ahmad Riskan, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum BPC HIPMI Bontang dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IX yang akan digelar dalam waktu dekat.
Dengan mengusung semangat kolaborasi dan penguatan kapasitas pengusaha muda, Imam membawa enam misi utama yang diyakini mampu menjawab tantangan dunia usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Imam, HIPMI Bontang harus menjadi rumah besar bagi para pengusaha muda untuk berkembang, berjejaring, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
“HIPMI harus hadir sebagai organisasi yang tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, memperluas akses pasar, dan melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang siap bersaing,” ujarnya.
Misi pertama yang diusung adalah membangun ekosistem bisnis yang kolaboratif. Ia berkomitmen memperkuat sinergi antara anggota HIPMI dengan pemerintah, BUMN, sektor swasta, hingga komunitas usaha. Selain itu, forum bisnis rutin akan digelar untuk membuka peluang kemitraan dan investasi bagi anggota.
Pada misi kedua, Imam menargetkan lahirnya lebih banyak pengusaha muda yang naik kelas melalui program pelatihan, mentoring, dan inkubasi bisnis. Program tersebut diharapkan mampu mencetak pengusaha muda yang tangguh, inovatif, dan berintegritas.
“Regenerasi pengusaha muda harus menjadi prioritas. HIPMI harus mampu menciptakan ruang belajar dan pendampingan yang berkelanjutan,” katanya.
Selanjutnya, dalam upaya memperluas akses pasar dan permodalan, Imam akan mendorong kerja sama dengan perbankan, investor, serta berbagai program pemerintah untuk membantu pembiayaan usaha anggota. Ia juga berkomitmen membantu promosi produk anggota agar mampu menembus pasar regional hingga nasional.
Tak hanya itu, Imam juga menaruh perhatian besar pada sektor pangan melalui misi mendorong ketahanan pangan dan hilirisasi daerah. Menurutnya, sektor pangan memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi Bontang jika dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Pengusaha muda harus menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan. Kita juga perlu mendorong pengolahan hasil lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi,” jelasnya.
Di era digital saat ini, Imam juga menempatkan transformasi digital dan inovasi bisnis sebagai salah satu prioritas. Ia ingin mendorong anggota HIPMI memanfaatkan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan pemasaran online untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing usaha.
Selain itu, komunitas bisnis berbasis teknologi akan dibentuk sebagai wadah berbagi pengetahuan dan kolaborasi antar pelaku usaha muda.
Sementara itu, misi terakhir yang diusung adalah menjadikan HIPMI sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Melalui peran tersebut, HIPMI diharapkan dapat aktif memberikan masukan terhadap kebijakan ekonomi daerah sekaligus mengawal terciptanya iklim usaha yang sehat, transparan, dan berpihak kepada pengusaha lokal.
Imam menegaskan, apabila dipercaya memimpin HIPMI Bontang, dirinya akan mengedepankan kepemimpinan yang inklusif dan berorientasi pada program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi anggota.
“Mari bersama-sama membangun HIPMI yang lebih kuat, kolaboratif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui semangat pengusaha muda,” tutupnya.[Ra]







