TELUK PANDAN – Pembangunan Panti Jompo Yayasan Ponpes Manula Al-Maghfira resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di Jalan Poros Bontang-Sangatta. Acara ini ditandai dengan penaburan semen di pondasi oleh Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Timur, Agus Salim, mewakili Kepala Dinsos. Turut hadir Kepala Desa Martadinata Sutrisno, Kepala Desa Danau Redan Sabri, Kamtibmas Martadinata Sholikin, Maman selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Ketua RT Antoni, serta relawan Hijabers Kutai Timur pada Minggu (5/2/2023).
Pimpinan Ponpes Manula Al-Maghfira, Bu Asih, mengungkapkan bahwa pembangunan panti ini bermula sejak 2013 bersama almarhum suaminya. Dengan keterbatasan dana, mereka bahkan harus menjual harta benda untuk mewujudkan pembangunan ini. Keprihatinan terhadap kondisi lansia terlantar menjadi alasan utama berdirinya panti tersebut.
Selama 11 tahun berdiri, Panti Jompo Al-Maghfira kini menampung 13 lansia yang tidak memiliki keluarga serta tiga anak-anak. Dalam operasional sehari-hari, Bu Asih dibantu oleh lima relawan.
Bu Asih menuturkan bahwa banyak lansia ingin tinggal di panti tersebut, namun kapasitas yang terbatas membuatnya terpaksa menolak beberapa permintaan.
“Kami berharap dukungan dari dermawan dan semua pihak, baik legislatif maupun eksekutif di Kutai Timur. Dengan bantuan tersebut, kami berharap pembangunan ini dapat terealisasi. Kami juga sangat berharap perhatian lebih dari pemerintah agar pembangunan panti bisa berjalan dengan lancar,” ujar Bu Asih.
Kabid Rehabilitasi Dinsos Kutai Timur, Agus Salim, turut menyampaikan harapannya agar semua pihak dapat berkontribusi dalam pembangunan panti ini. Ia menegaskan komitmen Dinsos untuk mendukung proyek tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab dalam menangani masalah sosial di daerah.
“Kami di Dinas Sosial akan terus mendukung dan mengawal proses pembangunan ini. Semoga nanti, saat peresmian, kami kembali diundang untuk menyaksikan hasilnya,” kata Agus.
Sementara itu, Kepala Desa Martadinata, Sutrisno, menyebutkan bahwa pembangunan panti ini akan mendapatkan dukungan anggaran perubahan melalui aspirasi Wakil Ketua DPRD Kutai Timur, Asti Mazar, pada tahun ini.
“Harapan kami, pembangunan ini benar-benar terealisasi karena banyak lansia yang ingin masuk, tetapi gedung yang ada saat ini belum memadai,” tutup Sutrisno.







