BONTANG – Konsistensi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Perusahaan pupuk terbesar di Indonesia Timur itu berhasil meraih tiga penghargaan pada ajang TOP CSR Awards 2026, yakni TOP CSR Awards 2026 Predikat Star 5, Medali Platinum, dan TOP Leader on CSR Commitment 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui program sosial kemasyarakatan, tetapi juga melalui tata kelola perusahaan yang baik dan komitmen menjaga lingkungan secara konsisten.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan keseriusan perusahaan dalam menjadikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
“Bagi Pupuk Kaltim, TJSL bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi bagian integral dari strategi keberlanjutan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan secara bersama,” ujar Anggono.
Predikat Star 5 merupakan level tertinggi dalam penilaian TOP CSR Awards yang diberikan kepada perusahaan dengan sistem, kebijakan, dan implementasi program CSR yang dinilai sangat ekselen serta layak menjadi acuan bagi perusahaan lain.
Sementara Medali Platinum diberikan atas keberhasilan Pupuk Kaltim mempertahankan predikat Star 5 secara konsisten selama beberapa tahun penyelenggaraan penghargaan.
Di balik capaian tersebut, Pupuk Kaltim dinilai berhasil mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social and Governance (ESG) dalam operasional bisnisnya.
Salah satu indikator yang menonjol adalah keberhasilan perusahaan mempertahankan penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2017 hingga 2025. Capaian itu menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan pengelolaan lingkungan yang melampaui standar kepatuhan.
Tidak hanya itu, perusahaan juga mencatat skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 89,37 dan meraih predikat The Most Trusted Company pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025.
Menurut Anggono, berbagai program TJSL yang dijalankan perusahaan juga dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Program-program tersebut mencakup penguatan UMKM, pemberdayaan perempuan, kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui Koperasi Bina Sukses Bontang, misalnya, Pupuk Kaltim membantu pelaku UMKM memperluas akses pemasaran dan kemitraan. Hasilnya, produk UMKM binaan mampu menembus pasar ekspor ke 12 negara dengan kapasitas produksi mencapai 468 CBM per kontainer hingga 2025.
Perusahaan juga menjalankan Program PKT Serasi untuk meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif, serta Program Cendawan Juara yang memberdayakan ibu rumah tangga, lansia, dan pensiunan melalui budidaya jamur.
Pada sektor kesehatan, Pupuk Kaltim menggulirkan Program PEGALDAS untuk mendukung percepatan penurunan stunting bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bontang. Sedangkan di bidang pendidikan, perusahaan menyalurkan Beasiswa Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP) bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Anggono menegaskan seluruh program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan diarahkan untuk menciptakan kemandirian yang berkelanjutan.
“Inisiatif program dirancang dengan pendekatan jangka panjang dan berbasis kebutuhan masyarakat. Tujuannya bukan hanya menyelesaikan persoalan sosial yang ada, tetapi juga menciptakan kemandirian dan keberlanjutan bagi penerima manfaat,” katanya.
Ke depan, Pupuk Kaltim memastikan akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi program pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
“Komitmen ini akan terus kami perkuat untuk terus tumbuh memberi manfaat jangka panjang bagi pembangunan, masyarakat, dan lingkungan,” tutup Anggono. (Adv)







