BONTANG – Komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam mendukung pendidikan inklusi di Kota Bontang tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial, tetapi juga lewat penguatan sarana pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.
Melalui program Employee Volunteering Initiation (Evolution) bertajuk Sehari Bersama Teman Hebat untuk Penguatan dan Dukungan Inklusif (SAHABAT PEDULI), Pupuk Kaltim menyerahkan bantuan peralatan multimedia kepada sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Bontang. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan anak penyandang disabilitas.
Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan pendidikan inklusi memerlukan dukungan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penyediaan fasilitas yang mampu membantu anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh pengalaman belajar yang lebih optimal.
Menurutnya, perkembangan teknologi pembelajaran saat ini membuka peluang bagi sekolah untuk menghadirkan metode belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik.
“Pemanfaatan media pembelajaran yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak berkebutuhan khusus. Karena itu, kami berupaya memberikan dukungan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh sekolah dalam aktivitas belajar sehari-hari,” ujar Rezha.
Ia menjelaskan, bantuan multimedia tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ekosistem pendidikan inklusi di Bontang. Dengan fasilitas yang lebih memadai, sekolah diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan mendukung perkembangan potensi setiap anak.
“Lewat bantuan ini, sekolah dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif bagi anak, sekaligus makin memperkuat pendidikan inklusi di Kota Bontang,” tambahnya.
Selain menyerahkan bantuan, Pupuk Kaltim juga menggelar berbagai kegiatan interaktif yang melibatkan 100 karyawan sebagai relawan untuk mendampingi 50 anak disabilitas dari empat SLB di Kota Bontang.
Berbagai aktivitas seperti permainan kelompok, kegiatan kreatif mewarnai, hingga Deklarasi Inklusi Disabilitas menjadi bagian dari rangkaian acara yang dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri anak serta membangun kesadaran sosial para relawan.
Rezha menegaskan, pendidikan inklusi tidak hanya berbicara tentang akses terhadap fasilitas belajar, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan sosial yang mampu menerima dan menghargai keberagaman.
“Pupuk Kaltim memandang pendidikan inklusi tidak hanya bicara soal fasilitas belajar, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan sosial yang menerima, menghargai, dan mendukung anak untuk berkembang bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Bontang, Marwati, menyambut baik kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendukung pendidikan inklusi melalui peningkatan fasilitas pembelajaran dan penguatan interaksi sosial bagi anak disabilitas.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
“Kami mengapresiasi kepedulian Pupuk Kaltim menghadirkan ruang interaksi sosial yang sangat berarti bagi anak disabilitas. Pendidikan inklusi harus dibangun bersama agar lingkungan yang ramah disabilitas semakin kuat,” ujarnya.
Marwati menilai, dukungan fasilitas pendidikan yang dibarengi dengan keterlibatan sosial secara langsung akan memberikan manfaat besar bagi perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus.
Dengan langkah tersebut, Pupuk Kaltim tidak hanya membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di SLB, tetapi juga memperkuat upaya mewujudkan Bontang sebagai kota yang semakin inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. (Adv)







